Minggu, 04 Desember 2016

Sajak untuk Emak

Emak..
Kau bukanlah wanita dengan rupa yang cantik
Bukanlah wanita dengan tubuh tinggi  semampai
Bukan pula wanita dengan strata dan pendidikan tinggi.

Emak..
Begitu tegar dan teguh pendirianmu
Demi bahagiakan suami dan anak-anakmu
Pundakmu menopang segala beban
Tangis, luka, dan kepedihan hidup
Kau terima dengan lapang dada

Emak..
Meskipun orang-orang menganggapmu lemah
Tak ada keluh kesah yang kau ucap pada mereka
Kau tetap berjalan dengan kedua kakimu yang mulai rentah
Kau terjang terik panas matahari dan rinai hujan yang membasahimu

Emak..
kau bukanlah isteri dan ibu yang sempurna
Ada saja kekurangan di mana-mana
Terlebih kami sebagai anak-anakmu
Yang jauh lebih banyak kurangnya dibanding dirimu

Emak..
Berdosalah aku
Jika tak kutulis sajak ini untukmu
Sedang begitu banyak kata yang dapat kurangkai dalam kehidupan ini
Melukiskan ketulusan kasih dan dedikasimu
Dengan peran sebagai Isteri dan Ibuku..

Senin, 21 Maret 2016

Baik putih maupun hitam, masa lalu selalu menjadi pelajaran. Kita dapat belajar salah, belajar gagal, belajar hina, nista, dan dosa. Tetapi, setiap manusia memiliki kesempatan untuk membersihkan, dan memperbaiki diri. Kembali berserah diri, mengejar ridho Illahi. Mari bertaqwa kepada Allah..   
Dan patut untuk diketahui, bahwa sesungguhnya, Allah sangatlah keras hukuman-Nya. 

Rabu, 09 Maret 2016

Kapan Aku Harus Pulang?

Aku pernah berlari
Lalu jatuh tak terkendali
Aku pernah berharap
Lalu terjebak, terperangkap

Aku ingin bermimpi
Menari, berdiri, dan berputar sendiri
Aku ingin berenang
Bersahabat dengan ombak-ombak yang bergelombang
Aku ingin terbang ke awang-awang
Menyapa sang bintang
Titipkan pesan untuk Tuhan,
Kapan aku harus pulang? 

Minggu, 06 Maret 2016

IBU

Ora ana kluwung ing mripatmu
senyummu uga dudu cahyaning rembulan
Pasuryanmu ora ayu kaya nawang wulan
Utawa Dewi-dewi ing Kayangan

Aku ora tau ngomong tresna
Aku ora tau ngomong nuwun
Nanging atiku ngerti sapa sing utama
Nanging atiku lara ngerti sliramu muwun

Ibu
Ibu
Ibu..

Tresnamu tresna kang laras
Asihmu ora tau tatas
Sanajan kerep atimu nangis
Amarga wicaraku sing kerep bengis