Senin, 31 Desember 2018

Dear Kehidupan

Siapa yang menjauhiku?
Siapa yang mendekatiku?
Siapakah yang begitu istimewa?
Siapa yang ada di puisiku?
Siapa yang ada di diariku?
Siapa yang menjadi laguku?
Siapakah?
Itu kau.
Siapa yang membuat hati ini hancur?
Itu kau.

Hati yang penuh musik hari ini
Jika yang satu menderita
Maka satunya harus tau
Untuk apa diam-diam kalau menderita?
Untuk apa?

Kau tahu, aku suka orang yang wangi
Setiap orang punya bau yang berbeda
Begitulah cara mereka saling menyukai.

Jadi dia wangi?
Siapa?

Aku suka coklat

Aku sepakat kalau kau yang terindah
Kau impian
Kau ada di setiap pikiran
Gayamu mengesankan
Kau takkan terbujuk rayuan
Butuh musik?

Jadi, kau masih menderita diam-diam?
Mau diutarakan?
Aku berteriak,
Lalu dia kabur.

Awalnya aku merasa bersalah
Tapi, kenapa hubungan romantis bisa begitu mengganggu?

Bersama-sama temanku bisa begitu bebas
Tanpa harus berusaha

Lima orang terdekat, 4 di antaranya tetap, satu sisanya bisa berubah-ubah. Bagaimana perasaanmu saat bersama keempat orang itu? Bandingkan dengan 1 lainnya.

Yang rusak selalu bisa diperbaiki.


Kau memang impian
Gayamu mengesankan
Aku sepakat kau ada di hati setiap orang
Aku sepakat kau yang tercantik
Wahai hati , diamlah!
Jangan berdegup begitu keras
Dia akan tersenyum melihat kondisiku

Haruskah kubisikkan di telingamu?
Dan berteriak dari puncak gunung?
Kau begitu spesial


Orang gila bukan orang yang tidak berperasaan
Tapi orang yang memiliki harapan berbeda

Orang kedinginan karena cuaca atau karena demam?
Banyak orang gemetar karna ketakutan.

Aku hanya ingin bebas dari semua ini.

Mengulas rindu di sepucuk diary
Erang sejuta kesal,
sesal menyesakkan
Bias kecemasan
mengembun,
menguap,
melebur.

Lampau gegabah menindik sepi
Gigil jemari mendingin, merinding
Hempas menyuling satuan terukir
Jera jerit
terik menukik.





Jumat, 28 Desember 2018

Curhat Sendiri

Kadang suka bingung mau curhat sama siapa. Memang ada saatnya butuh pendengar.. Mau curhat sama orangtua, gengsi.. Terbatas kata-kata.. Seperti ada tembok pembatas, tidak leluasa. Mau curhat sama temen.. yaa curhat sih.. Tapi, juga ala kadarnya.. Tidak leluasa.. Kadang, enggan karna beberapa punya masalah yang sedang dihadapi, beberapa lainnya, enggan juga untuk ku jadikan tempat curhat karna merasa aku sangat kecil sekali, lebih baik aku tutupi. Curhat sama pacar, kadang waktunya gak tepat. Atau memang, belum ada waktu yang pas untuk dia mau mendengarkan. Coba curhat, tanggapannya cuma iyaa.. Hmm.. Iya.. Hmm.. Ngantuk? Iyaa.. Yaudah lanjut tidur aja.. Iyaa.. -tidak ada solusi kan?-

Curhat di medsos, berharap ada yang menanggapi, aku benar-benar krisis mitra tutur. Merasa sangat sepi, padahal yaa memang sepi.. Merasa tidak becus mendewasakan diri.. Suka pilu sendiri.. Atau ini memang aku yang buat sendiri?

Heran, bingung.. Apa sih maunya diri ini? Aku butuh solusi.. Bukan dari diri sendiri.. Sayang sekali, aku dilingkari orang-orang sulit mengerti aku ini.. Atau aku memang yang terlewat aneh sendiri.

Sepi.. Sendiri..mengalami sendiri.. Menangis sendiri.. Depresi sendiri.. Tidak ada yang mengerti, tidak ada yang pahami.. Karna memang taku kuceritakan.. Aku malu, takut mereka mengecilkanku.. Aku cengeng, aku plin plan, aku sok pintar, aku bodoh, aku.. Aku.

Lalu, buat apa aku bersosialisasi?
Buat apa aku berkeluarga?
Untuk apa aku berkasih?
Jika aku masih merasa sendiri???

Aku merasa sendiri
Aku menangis sendiri
Aku berbicara sendiri.
Aku takut sendiri.
Khawatir berlebih
Tidak ada
Tidak ada yang mau mendengarkan dengan seperhati mungkin.
Tidak ada yang bisa kujadikan tempat bercerita.


Iya, aku melangkah terlalu jauh
Sudah benar-benar jauh dari Dia.
Aku ingin bercerita kembali.
Hanya Dia Sang Maha Kunci.
Tidak ada lagi, hanya Dia.
Benar-benar hanya Dia.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak merasa kesepian.
Berlindung di balik batu yang dingin
Dipeluk derasnya hujan berpetir.

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak merasa tersiksa.
Menyayangi hampir tanpa logika.
Berkasih tak mengenal lelah.

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak bodoh
Terperosok dalam pasir hisap menjerat urat urat
Tersesak tak sanggup menangkap udara.

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak merasa gelisah.
Membaca arah kehilangan
Mendengar suara kegetiran
Aku di pucuk kebimbangan
Gemetar bak tersambar.

Aku miskin tak berlogika
Aku rentah, runtuh di bawah tumitnya.
Aku resah, rusuh menelan gelisah
Ku bawa cinta kau hancurkan logika
Aku tergila terhanyut sandiwara
Mana.. Ke mana aku harus terbawa?

Aku di batas kegelisahan
Aku di ambang kehilangan,
Kewarasan.

Kamis, 21 September 2017

Melatiku

Hari itu..
Tlah kutanam bibit yang kau beri
Bertabur tanah dan pupuk sederhana
Menjalar akarnya
Merayap getar rasamu
Menguncup bunga idamanku

Bernafaslah di bawah hangat mentari
Tak kubiarkan kau tercekik haus
Tumbuhlah kasih-kasih
dari hati kecilmu
Tak kubiarkan berkembang
tanpa sentuhku

Mekarlah segala impianmu
Biarkan harumnya memeluk tidurku
Cukup hadirmu sejukkan aku
Indahkan setiap bagian dalam peristiwaku..

Melati kesayanganku
Abadilah sederhanamu
Abadilah putih kasihmu
Abadilah dalam hatiku

Melatiku..
Kuncuplah dalam pelukku



Minggu, 17 September 2017

Seusai Rencana

Kelopak bunga jatuh dari tangkainya
Sedap harum meraba ruang kamar
Sejuk dingin putaran udara
Memberi irama pada suara

Hai
Hai
Coba kau intip sebentar
Ada celah di sana

Ruang kasih mengasihi
Bukan hal-hal yang romansa
Hanya ilusi yang berpuisi

Pergi karena tak diberi hati
Pergi karena tak diberi hati
Waktu telah memilah
Kau dipilih
Datang menaruh hati

Isilah
Isi dengan yang terpilah
Isilah
Isi dengan senyum dan sapa
Isilah
Isi dengan yang kau suka

Simpanlah
Simpan seusai rencana..



Sabtu, 16 September 2017

Jangan

Dia bilang aku bodoh
Terlalu sibuk memikirkannya
Dia bilang aku sampah
Terlalu dalam mengkhawatirkannya
Dia bilang aku tak perlu tahu
Dia bilang aku tak perlu bertanya
Dia bilang aku bodoh dan sampah
Dia tak pernah benar-benar tahu
Bahwa aku,
Lupakan saja
Aku tak bisa bicara di sini.

Dia bilang,
Dia pulang.
Aku bilang,
Jangan.

Nanti..
Kau kan rasakan

Bagaimana benang
Menjadi rajutan
Bagaimana ikan
Menjadi hidangan
Bagaimana aku
Jadi kenangan

Dan kau bilang,
Jangan.