Kamis, 21 September 2017

Melatiku

Hari itu..
Tlah kutanam bibit yang kau beri
Bertabur tanah dan pupuk sederhana
Menjalar akarnya
Merayap getar rasamu
Menguncup bunga idamanku

Bernafaslah di bawah hangat mentari
Tak kubiarkan kau tercekik haus
Tumbuhlah kasih-kasih
dari hati kecilmu
Tak kubiarkan berkembang
tanpa sentuhku

Mekarlah segala impianmu
Biarkan harumnya memeluk tidurku
Cukup hadirmu sejukkan aku
Indahkan setiap bagian dalam peristiwaku..

Melati kesayanganku
Abadilah sederhanamu
Abadilah putih kasihmu
Abadilah dalam hatiku

Melatiku..
Kuncuplah dalam pelukku



Minggu, 17 September 2017

Seusai Rencana

Kelopak bunga jatuh dari tangkainya
Sedap harum meraba ruang kamar
Sejuk dingin putaran udara
Memberi irama pada suara

Hai
Hai
Coba kau intip sebentar
Ada celah di sana

Ruang kasih mengasihi
Bukan hal-hal yang romansa
Hanya ilusi yang berpuisi

Pergi karena tak diberi hati
Pergi karena tak diberi hati
Waktu telah memilah
Kau dipilih
Datang menaruh hati

Isilah
Isi dengan yang terpilah
Isilah
Isi dengan senyum dan sapa
Isilah
Isi dengan yang kau suka

Simpanlah
Simpan seusai rencana..



Sabtu, 16 September 2017

Jangan

Dia bilang aku bodoh
Terlalu sibuk memikirkannya
Dia bilang aku sampah
Terlalu dalam mengkhawatirkannya
Dia bilang aku tak perlu tahu
Dia bilang aku tak perlu bertanya
Dia bilang aku bodoh dan sampah
Dia tak pernah benar-benar tahu
Bahwa aku,
Lupakan saja
Aku tak bisa bicara di sini.

Dia bilang,
Dia pulang.
Aku bilang,
Jangan.

Nanti..
Kau kan rasakan

Bagaimana benang
Menjadi rajutan
Bagaimana ikan
Menjadi hidangan
Bagaimana aku
Jadi kenangan

Dan kau bilang,
Jangan.

Jumat, 15 September 2017

Semestinya..
Memang tak perlu ada kata lelah jika memang ketulusan itu ada

Biarlah..
Tetap jadi yang dicari jika memang harus dicari

Begitulah..
Kamu dengan segala keinginan dan alasan untuk mengabulkannya

Beginilah..
Aku dengan rasa-rasa yang berkecamuk menuntut segala kurangku untuk memaklumimu

Semoga..
Aku..
Masih ada waktu tuk bekerja lebih giat..
Memahami setiap seluk-beluk tuntutan hatimu
Memberinya sejuk di waktu-waktu yang kau butuh

Jumat, 25 Agustus 2017

1 Jam 15 Menit Jakarta-Depok

Panas matahari menembus kaus kaki tipisku

Penjual gorengan konsisten mendorong gerobak
dan menjajakkan tahu gorengnya

Pengais botol plastik mulai menerka-nerka pendapatannya hari ini

Para buruh Kotamadya bergotong-royong benahi Jakarta.

Sungguh Jemuwah yang terik
Kota yang pekik.

Gedung-gedung pencakar langit
bak diselimuti kabut
Seperti Kota Lembang dini hari

Nyatanya..
Selimut polusi
Yang datang dari asap kenalpot kendaraan pribadi

Termasuk milikku..

Sekejap berlalu terik itu
Seperti ada angin sejuk
meniup telingaku
Aah.. Rodaku berjalan di bawah bangunan
Konon katanya akan jadi sebuah jembatan
Namun hasilnya tak kunjung kelihatan

Selimut polusi kembali menebal
Mulai mencekik
dan meracuni pernapasanku
Kali ini datang dari batangan nikotin yang dihisap para bujang putih abu-abu

Duduk bercengkrama
mengamati adik-adik putih biru
sedang merivalkan solidaritas pertemanannya
dengan beradu parang ala serial manga terbaik..

Tinggallah pertanyaan di benakku
Akan berbuah apa tekad para petarung itu?

Bisa jadi..
nasibnya tidak lebih baik dari kaos kakiku atau penjual gorengan,  pengais botol plastik dan para buruh itu..

Lebih naas lagi..
Mereka bisa jadi polusi di negeri ini.
Racun di tengah-tengah masyarakat

Salah siapa?
Aah..
Bukan waktunya untuk menyalahkan
Ini saatnya bebenah diri
Membangun negeri
Tanpa pilih kasih.

Rabu, 23 Agustus 2017

Maaf untuk hatimu yang luka
Maaf untuk hatimu yang menyerah
Maaf untuk hatimu yang tak dihiraukan
Maaf untuk perhatian yang sia-sia
Maaf untuk yang tak terbalas..
Maaf membuatmu luka dan menyerah..
Maaf..

Kipas Usang 00

Suara kipas usang yang menggantung di bawah asbes tua
Itulah suara yang mendengung di setiap malam pukul 00

Langit-langit berselimutkan sawangan
Itulah pemandangan yang saben malam mereka perhatikan menjelang tidur lelapnya.

Suara ayam bersahutan di waktu subuh
Tanda mereka harus bekerja keras untuk hari yang baru
Mengais sisa sisa kenikmatan
Mengais sisa sisa keserakahan

Pak tua melamun di waktu senggangnya
Berharap perut kosongnya berhenti berdengung seperti lebah yang kehilangan sarangnya.

Pak tua menikmati madu di sisa sisa pahitnya pinggiran roti tawar

Menelan apapun yang mengenyangkan para bakteri di perut mungilnya..

Minggu, 13 Agustus 2017

What I wish from you? 
Just wish you were here. 

Here

Here.. 

Maybe you don't. 

But..  Try to feel it. 
That's good for your health. 
Trust me, it works. 

My favorite word in the world is..

Writting about you is my favorite.
Thinking about you is my routine.
Missing you is my weakness.
Forgiving you is my skill.
Loving you is my favorite word in the world.

And you. The one who makes me wait that word.

Don't you remember?


Don't you remember?
How you can fell in love with my laugh.

Don't you remember?
How those rain at that time can made us laughed.

Don't you remember?
How we can be closer and called each other with "Hi"
and touched without nervous or awkward moments.

Don't you remember?
When you talked to your friend talked to my friend talked to me if you always wanted know about me.

And I knew..
That we had the same feeling.
And now..
I don't know what should I say...
Maybe I shouldn't worry about you or ourself.

But..
I just wanna say I miss those unforgettable moments..

Wish you by my side and talk about anything can making us laugh together.

Love from here.

Jumat, 16 Juni 2017

Caranya bicara
Caranya tersenyum
Caranya menghibur
Aah aku jatuh hati.  ðŸŒ¹

Sabtu, 25 Maret 2017

Satu Shaf di Belakangmu

Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Mengikuti gerakan shalatmu dari takbir hingga salam.
Kemudian mencium tanganmu dan berdoa bersama.

Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Mengikutimu, menghormati dan menghargaimu.
Karena bagiku kamu bukan hanya kepala, namun juga pemimpin keluarga kita.

Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Menyemangati setiap langkahmu dari belakang.
Menjadi tempatmu berbagi untuk mengambil keputusan.

Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Berbaliklah jika kau lelah dan ingin mengeluh.
Aku rumahmu.

Senin, 27 Februari 2017

Suara untuk Onso




Ceritakanlah..
Ceritakan saja betapa berat
Beban yang kau pikul selama ini

Ceritakanlah..
Ceritakan saja
Betapa sedih dan tersiksa
Hari-hari saat kau saksikan
Sebuah kehilangan di matamu

Bicaralah Onso..
Menangislah saja di pundakku
Ceritakanlah duka dan tangis dalam jiwamu

Onso..

Marilah sini kubasuh kening kelingmu
Marilah sini kita berbincang
Tentang sore-sore malang itu
Atau tentang burung-burung bangau
Yang mengoyak jasad Ayah Ibumu

Redahkan saja Onso..
Redahkan saja
Tiada guna kau simpan sebuah cerita dan trauma di baliknya

Marilah sini kita saling terbuka
Coba ceritakan Onso..

Bagaimana bisa
kulit sawo matangmu merona
dengan senyum semegah itu
Hanya karena sebuah nangka dari gadis desa?


Mari sini Onso ..
Mari kita bermain gitar
Nyanyikanlah lagu-lagu
Yang paling kau kenal dan kau kenang

Mulailah hari-harimu yang baru
Tanpa duka di pundakmu

Tentu.

Minggu, 19 Februari 2017

Seroja


Derasnya air yang jatuh

mengenalkan kembali
mentari dengan embun pagi

membawa kembali
daun ke pelukan ranting

menggiring sungkan begitu jauh
hingga kalbu berlutut kepada rindu

sadar telah lama terpejam

aku terbangun di tengah gurun

tidak seperti kaktus
aku haus dan terus merasa haus

karena aku,
akulah seroja itu...

Sabtu, 04 Februari 2017

sesungguhnya memberi sudah seharusnya tidak mengharap kembali
saat pemberian itu dilakukan dengan hati yang tulus
tak akan ada perasaan gelisah karena menunggu sebuah balasan
tak akan habis waktu sekedar untuk menunggu kebaikan yang pamrih

coba buka mata,hati,telinga
melihat apa yang lebih dan kurang
rasakan apa yang baik dan buruk
dengarkan nasihat dan jauhi pergunjingan

memberi lebih baik daripada menerima
kau mau menjadi pemberi atau penerima?
pihanmu yang terbaik untukmu
pilihah yang terbaik untuk semua