Jumat, 28 Desember 2018

Curhat Sendiri

Kadang suka bingung mau curhat sama siapa. Memang ada saatnya butuh pendengar.. Mau curhat sama orangtua, gengsi.. Terbatas kata-kata.. Seperti ada tembok pembatas, tidak leluasa. Mau curhat sama temen.. yaa curhat sih.. Tapi, juga ala kadarnya.. Tidak leluasa.. Kadang, enggan karna beberapa punya masalah yang sedang dihadapi, beberapa lainnya, enggan juga untuk ku jadikan tempat curhat karna merasa aku sangat kecil sekali, lebih baik aku tutupi. Curhat sama pacar, kadang waktunya gak tepat. Atau memang, belum ada waktu yang pas untuk dia mau mendengarkan. Coba curhat, tanggapannya cuma iyaa.. Hmm.. Iya.. Hmm.. Ngantuk? Iyaa.. Yaudah lanjut tidur aja.. Iyaa.. -tidak ada solusi kan?-

Curhat di medsos, berharap ada yang menanggapi, aku benar-benar krisis mitra tutur. Merasa sangat sepi, padahal yaa memang sepi.. Merasa tidak becus mendewasakan diri.. Suka pilu sendiri.. Atau ini memang aku yang buat sendiri?

Heran, bingung.. Apa sih maunya diri ini? Aku butuh solusi.. Bukan dari diri sendiri.. Sayang sekali, aku dilingkari orang-orang sulit mengerti aku ini.. Atau aku memang yang terlewat aneh sendiri.

Sepi.. Sendiri..mengalami sendiri.. Menangis sendiri.. Depresi sendiri.. Tidak ada yang mengerti, tidak ada yang pahami.. Karna memang taku kuceritakan.. Aku malu, takut mereka mengecilkanku.. Aku cengeng, aku plin plan, aku sok pintar, aku bodoh, aku.. Aku.

Lalu, buat apa aku bersosialisasi?
Buat apa aku berkeluarga?
Untuk apa aku berkasih?
Jika aku masih merasa sendiri???

Aku merasa sendiri
Aku menangis sendiri
Aku berbicara sendiri.
Aku takut sendiri.
Khawatir berlebih
Tidak ada
Tidak ada yang mau mendengarkan dengan seperhati mungkin.
Tidak ada yang bisa kujadikan tempat bercerita.


Iya, aku melangkah terlalu jauh
Sudah benar-benar jauh dari Dia.
Aku ingin bercerita kembali.
Hanya Dia Sang Maha Kunci.
Tidak ada lagi, hanya Dia.
Benar-benar hanya Dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar