Sabtu, 27 Oktober 2018

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak merasa kesepian.
Berlindung di balik batu yang dingin
Dipeluk derasnya hujan berpetir.

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak merasa tersiksa.
Menyayangi hampir tanpa logika.
Berkasih tak mengenal lelah.

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak bodoh
Terperosok dalam pasir hisap menjerat urat urat
Tersesak tak sanggup menangkap udara.

Meskipun aku miskin,
Bukan berarti aku tak merasa gelisah.
Membaca arah kehilangan
Mendengar suara kegetiran
Aku di pucuk kebimbangan
Gemetar bak tersambar.

Aku miskin tak berlogika
Aku rentah, runtuh di bawah tumitnya.
Aku resah, rusuh menelan gelisah
Ku bawa cinta kau hancurkan logika
Aku tergila terhanyut sandiwara
Mana.. Ke mana aku harus terbawa?

Aku di batas kegelisahan
Aku di ambang kehilangan,
Kewarasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar